Berita Ngada
Warga Perbatasan Kabupaten Ngada Menanti Rumah Sakit Pratama di Riung
Kerinduan fasilitas pelayanan kesehatan sejak lama didambakan warga Kabupaten Ngada yang berdomisili di perbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/WARGA-SAMBINASI-BARAT.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti.
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Warga Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada wilayah perbatasan sebelah utara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur sudah mendengar kabar pendirian rumah sakit pratama di Mboras, kota Kecamatan Riung.
Menurut warga kabar itu adalah kabar gembira, sebab mereka sudah lama merindukan adanya fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau.
Kabar gembira tersebut beredar dari mulut ke mulut, mengingat jaringan internet di Sambinasi belum bagus. Hanya titik tertentu saja yang jaringan internetnya dapat diakses sehingga warga kesulitan mengakses informasi.
Selama ini kurang lebih 900 jiwa warga Sambinasi yang terbagi di tiga desa, Sambinasi, Sambinasi Barat dan Sambinasi Tengah hanya berharap pada Puskesmas Pembantu setempat yang minim fasilitas.
Baca juga: Ratusan Warga Perbatasan Ngada - Manggarai Timur Coblos Ulang
"Masyarakat sudah sempat dengar ada rencana pembangunan Rumah Sakit Pratama. Tapi kita tidak tau kapan itu terjadi, kapan dibangun," ujar Hasan Mbali, warga Desa Sambinasi Barat kepada TRIBUNFLORES.COM di halaman Kantor Desa Sambinasi Barat, Selasa 20 Februari 2024.
Hasan mendukung penuh rencana pembangunan Rumah Sakit Pratama di Riung. Menurutnya itu akan sangat membantu masyarakat yang selama ini banyak menghabiskan biaya dan waktu untuk mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal.
"Di sini (Pustu) alat tidak lengkap. Kalau ke Riung di Puskesmas juga sama, yah terpaksa harus rujuk ke Kota Bajawa (Ibu Kota Kabupaten Ngada)," ujar Hasan.
Menurut Hasan sudah beberapa kali kejadian warga yang Sambinasi yang melahirkan bahkan meninggal dunia dalam di jalan karena harus menempuh perjalanan jauh dari Sambinasi ke Kota Bajawa demi mendapatkan pertolongan medis.
Baca juga: Penemuan Mayat Perempuan di Soa Ngada, Simak Cerita Ayah dan Ibu Korban
Dia menyoroti jarak antara Sambinasi dan Kota Bajawa yang jauh serta kondisi jalan yang sempit dan berkelok tajam sangat membahayakan pasien yang dirujuk ke RUSD Bajawa. "Jadi saya kira tepat, sangat bagus sekali kalau dibangun Rumah Sakit di Riung," ujarnya.
Hal senada diungkap oleh Umar. Menurutnya, fasilitas rumah sakit yang memadai merupakan kebutuhan warga Riung yang terbagi dalam dua kecamatan yaitu Riung dan Riung Barat.
Dia berharap pembangunan Rumah Sakit Pratama di Riung dapat terealisasi di tahun 2024 ini, atau minimal pembangunannya bisa secepatnya dimulai.
Bupati Ngada Andreas Paru beberapa waktu lalu, sudah menyatakan ke publik bahwa di Riung akan dibangun Rumah Sakit Pratama. Peletakan batu pertama pembangunan diperkirakan dilakukan pada Maret 2024 ini.
Baca juga: Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Soa Ngada
Bupati menerangkan, rencana pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut, lahir dari keprihatinan terhadap warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Perbatasan Ngada Manggarai Timur
Kecamatan Riung Kabupaten Ngada
Rumah sakit pratama di Riung
TribunFlores.com hari ini
| Keluarga Desak Jaksa Segera Proses Hukum Penganiayaan Desy Tafuli |
|
|---|
| Jadwal dan Nama Kapal Ferry Yang Beroperasi di NTT Tanggal 20 Februari 2024 |
|
|---|
| Tujuh Orang KPPS Desa Letekomouna Sumba Barat Daya Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
| Politani Kupang Utus 12 Mahasiswa ke International Centre for Research in Agroforestry |
|
|---|