Kamis, 16 April 2026

Festival Wolobobo Ngada 2024

Kampus Bambu Turetogo Ngada, Satu-satunya Ekowisata Bambu di NTT

Kampus Bambu Turetogo di Kabupaten Ngada satu-satunya destinasi ekowisata bambu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Kampus Bambu Turetogo Ngada, Satu-satunya Ekowisata Bambu di NTT
TRIBUNFLORES.COM / GG
PASAR BAMBU - Suasana Pasar Bambu di Kampus Bambu Turetogo Desa Dadawea, Kecamatan Golewa, Ngada, NTT, Sabtu 27 Juli 2024. 

Uniknya, para pengunjung menukar uang dengan koin bambu. Per koin nilainya 2000 rupiah. Koin itulah yang digunakan untuk membeli kuliner atau barang lainnya disana.

Panitia dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) saat itu menyiapkan produk turunan bambu yaitu tumbler bambu , gelas bambu, kotak tissu, keranjang buah, teh bambu dan beberapa produk lainnya.

""Ada phone holder, yang diproduksi di Rumah Produksi bersama {RPB) di labuan Bajo," ujar Mery Muda, panitia dari YBLL.

Mery menyebutkan Phone holder merupakan produk Bambu yang cukup diminati oleh beberapa pengunjung di meja sovenir bambu.

Phone holder juga produk yang ramah lingkungan dan juga bisa dipakai pada saat meeting dan kerja kerja yang berhadapan dengan HP.

Produk turunan Bambu ini merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan nilai tambah Bambu.
"
"Banyak yang berkunjung di meja souvenir bambu dan membeli speaker bambu, phone holder dan beberapa produk lainnya," ujarnya.

Sementara seorang pengujung, Maria Wae (28) mengaku terkesima melihat kegiatan Pasar tersebut.

Ia mengatakan suasananya sangat beda dengan Pasar pada umumnya. Karena disana transaksinya menggunakan koin bambu yang disediakan panitia.

"Saya baru pertama ikut. Ternyata asik juga, karena aktivitasnya di alam terbuka dibawa pohon bambu. Yang menarik lagi yaitu pengujung membeli barang atau kuliner dengan koin bambu," ujarnya.

Sementara itu, pelaku usaha Bravo start Mataloko, Benediktus Lagho, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu.

Benediktus menyarankan agar kedepan Pasar Napu Bheto diadakan disetiap venue kegiatan. Sehingga semua pengujung mengenal transaksi non tunai dengan menggunakan koin bambu.

Ia saat itu menyiapkan berbagai produk seperti kue Rano dan tenun ikat.

"Bagus kalau kegiatan seperti ini ada di venue utama Festival di taman Kartini Bajawa,"ujarnya.

Pantauan TRIBUNFLORES. COM pengujung tampak antusias disana. Mereka dihibur dengan atraksi budaya, tarian ja'i, tarian kolosal, grup musik citra bakti Ngada.

Tampak juga pengunjung mancanegara ikut membeli kuliner hingga produk turunan bambu. Kegiatan berjalan aman dan lancar hingga usai. (gg).

Berita TRIBUNFLORES. COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved