Berita Lembata
Tiga Tokoh di Balik Berdirinya SKO SMARD Lewoleba
Kamis, 01 Mei 2025, SMA SKO SMARD diresmikan oleh Bupati Lembata. Dalam sambutannya, Kanis Tuaq mengungkapkan bahwa inilah sekolah pertama diresmikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SMARD.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kamis, 01 Mei 2025, SMA SKO SMARD diresmikan oleh Bupati Lembata. Dalam sambutannya, Kanis Tuaq mengungkapkan bahwa inilah sekolah pertama diresmikan olehnya saat menjadi bupati.
Tak hanya itu. Bupati Lembata malah terkejut karena ternyata di balik sekolah ini ada figur H. Sulaeman Hamzah, SH.
“Saya baru tahu bahwa di belakang sekolah ini ada bp H. Sulamen Hamzah yang sangat dikagumi. Meskipun menjadi anggota DPR RI dari Dapil Papua Selatan, tetapi perhatiannya untuk pengembangan pertanian di Lembata sangat besar," demikian aku Tuaq.
Terhadap figur H. Sulaman Hamzah, Robert Bala, Ketua Yayasan Koker spontan menyanjung Putra Lewotolok, alumnus SD Don Bosco (1968) dan SMP Ampera (1970).
“Bapa Sulaeman memiliki salah satu kelemahan. Kalau sudah berikan bantuan dan ditanya, ia katakan sudah lupa. Ia memberi dan tidak mau kondisikan pemberiannya untuk mendapatkan apa-apa, apalagi Lembata bukan Dapilnya. Ia sungguh memberi dengan tulus."
Baca juga: Dorus Petani di Ngada, Belasan Tahun Konsisten Tanam Cabai Berbuah Manis
Di kesempatan lain, Bala mengungkapkan bahwa perhatian antar umat beragama non muslin, khususnya orang Katolik asal Lembata sangat banyak Di rumah pak Haji saat Idul Fitri sangat dipenuhi para pastor, suster, dan tentu saja, warga Lamaholot, dalamnya Sulaeman menjadi Ketua Peguyuban dalam 20 tahun terakhir. Sebagai apresiasi Yayasan Koker atas kontribusi Pak Haji, maka sebuah ruang kelas didedikasikan dengan nama: H. Sulaeman L Hamzah dan Hj Siti Rukiah sang istri.
Sang istri yang berkesempatan membuka selubung nama kelas, menyatakan terima kasih sekaligus memberikan hadiah Rp 10 juta untuk langkah awal pembangunan asrama untuk siswa SMARD. Komitmen dari Awal.
Figur lain yang bukan berasal dari Lembata tetapi berkomitmen dari awal membantu SMARD adalah pasangan Yuyuh Sukmana dan Natalia Dewi Sari.
Sebuah keberuntungan, Tuhan mengirimkan pasutri yang sangat berkomitmen membangun pendidikan bermutu di Lembata, demikian Robert Bala saat peluncuran buku “SEBELUM BUNUH DIRI: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri”.
Buku yang terbit pada akhir April 2025 dipersembahkan khusus untuk pasutri yang sejak kunjungan perdana pada tahun Oktober 2023, selanjutnya menunjukkan komitmen untuk membangun gedung SMA SKO SMARD yang saat itu baru memiliki fondasi dan terkesan mangkrak.
Sejak saat itu, pasutri penguasa asal Jakarta dan sangat suka terlibat dalam kegiatan sosial membantu melunaskan tanah dan terlibat menyukseskan Charity Gala Dinner pada 3 Desember 2024.
Dengan terkumpulnya dana sebesar 400 juta, selanjutnya Yayasan berkomitmen memulai pembangunan. Dengan bantuan jaringan dari pak Yuyuh dan bu Natalie dan bantuan 1.000 sak semen dari H. Sulaeman Hamzah, maka dimulai pembangunan yang hasilnya akan digunakan mulai Juli 2025.
Sebagai bentuk pengharagaan dan rekognisi akan keterlibatan pasutri ini, Robert Bala, penulis buku SEBELUM BUNUH DIRI mempersembahkan buku ini untuk pasutri (Yuyuh dan Natalia) yang sangat berkomitmen membangun pendidiakn bermutu di Lembata.
Sahabat P. Nicholas Strawn, SVD. Figur lain yang tidak kalah pentingnya adalah pak Darius Teguh Kristanto dan Liliana Chrisina, sang istri.
Baca juga: Cerita Claudia Restituta Monggur Lolos Masuk di Kampus Top Dunia, Sempat Pesimis hingga Terharu
Sesungguhnya hubungan yang sangat akrab antara pasutri ini dengan Pater Niko telah memungkinkan pertemuan dengan Yayasan Koker Niko Beeker, demikian kisah Robert Bala. Saat perayaan emas Pater Niko di Jakarta pada Mei 2012, perkenalan pertama dengan Pak Darius dan Ibu Liliana.