Berita Lembata
Tiga Tokoh di Balik Berdirinya SKO SMARD Lewoleba
Kamis, 01 Mei 2025, SMA SKO SMARD diresmikan oleh Bupati Lembata. Dalam sambutannya, Kanis Tuaq mengungkapkan bahwa inilah sekolah pertama diresmikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SMARD.jpg)
Selanjutnya kedua pasutri ini juga mengikuti perayaan Emas di Paroki Lerek pada bulan 1 Juli 2012. Rupanya kegiatan penuh syukur itu tidak berhenti. Saat Pater Niko merayakan usia 90 tahun pada 24 Maret 2024, paustri ini ke Lembata.
Di tengah kesibukan itu, keduanya sempat mengunjungi SMARD dan memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari sumbangan yang pernah diberikan sebelumnya. Pasutri ini bahkan membantu altar di gereja paroki Lerek.
Juga ketiak terjadi bencana alam di Lembata, pengusaha asal Surabaya ini langsung memberikan Rp 10 juta dan meminta agar siswa dan guru SMARD turun ke lapangan untuk dapat membagi sumbangan. Sebagai ungkapan terima kasihi, sebuah ruangan baru didedikasiakn untuk pasutri Darius Teguh dan Liliana Chrisina. Hal mana juga diberikan nama untuk Yuyuh Sukmana dan Natalia Dewi Sari sebagai ungkapan hormat dan terima kasih.
Siapa lagi? Dengan telah terselesaikannya lantai 1, Sulaeman Hamzah saat sambutan atas nama Yayasan Koker mengungkapkan harapannya kepada Bupati Lembata untuk memberikan perhatian kepada SMARD: “Pak Bupati, kami sudah mulai dengan lantai dasar, karena itu silakan mengukir nama di SMA SKO SMARD, tempat di mana anggota Yayasan bekerja dengan sangat jujur dan ikhlas."
Terhadap harapan itu, Kanis Tuaq mengungkapkan bahwa akan memperhatikan SMA SKO SMARD, apalagi ini adalah sekolah pertama yang diresmikain saat menjadi bupati.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News