Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Kembali Meletus Selasa Siang, Tinggi Kolom Abu 1,2 Kilometer
Gunung Lewotolok kembali mengalami erupsi Selasa (1/6/2025), pukul 13.01 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1200 meter di atas pucak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/lewotolok-1-Juli.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA- Gunung Ile Lewotolok kembali mengalami erupsi Selasa (1/6/2025), pukul 13.01 Wita.
Petugas Posmat Gunung Lewotolok mencatat tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1200 meter atau 1,2 kilometer di atas puncak.
Stanislaus Ara Kian, petugas Posmat Gunung Lewotolok dalam laporannya di magma.esdm.go.id, mengungkapkan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4.8 mm dan durasi 56 detik.
Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom 700 Meter
Sebelumnya, erupsi terjadia pada pukul 05:46 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 36 detik.
Hingga saat ini tingkat aktivitas gunung api yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian 1423 mdpl ini masih pada level II atau Waspada.
Pada tingkat aktivitas ini PVMBG mengeluarkan beberapa imbauan untuk masyarakat sekitar:
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.
Baca juga: Cuaca Kurang Bersahabat, Masyarakat Diharapkan Tidak Mendaki Gunung Mutis
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.