Berita NTT
Tegar Prastya Terima Trophy for Humanity, Kejati NTT: Representasi Penegakan Hukum Humanis
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sikka, Tegar Prastya, menerima Trophy for Humanity dari Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tegar-Prasetya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penghargaan: Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Sikka, Tegar Prastya, menerima Trophy for Humanity dari Jaksa Agung RI dalam acara Simfoni Perdamaian: Journey of Empathy di Metro TV (25/11/2025).
- Alasan Pemberian: Atas kontribusinya menghadirkan penegakan hukum yang berlandaskan empati dan nilai kemanusiaan di wilayah kerjanya.
- Acara: Bagian dari perayaan 25 tahun Metro TV, menampilkan refleksi media, musik, dan penghargaan bagi tokoh yang menyalakan empati di masyarakat.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sikka, Tegar Prastya, menerima Trophy for Humanity dari Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, dalam acara Simfoni Perdamaian: Journey of Empathy yang digelar di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Tegar dalam menghadirkan penegakan hukum yang mengedepankan empati dan nilai kemanusiaan, terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas penanganan perkara di wilayah kerjanya.
Acara Simfoni Perdamaian sendiri merupakan bagian dari perayaan 25 tahun Metro TV, yang tahun ini menampilkan rangkaian refleksi perjalanan media, pementasan musik, serta penghargaan bagi tokoh-tokoh yang dinilai bekerja sunyi untuk menyalakan empati di tengah masyarakat.
Dalam salah satu segmen, host acara menegaskan bahwa semua penerima penghargaan merupakan pribadi-pribadi yang memaknai empati sebagai karya dan kontribusi nyata.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Kelancaran Distribusi Manggarai: Stok Terminal BBM Reo Aman
Tegar hadir sebagai salah satu tokoh yang menerima apresiasi bersama figur lain dari dunia kemanusiaan, institusi keamanan, jurnalisme, dan pelayanan publik.
Kasi Penkum Kejati NTT, Raka Putra Dharmana, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini sebagai bukti bahwa Kejaksaan, termasuk jajaran di daerah, semakin menegaskan komitmen untuk menjalankan penegakan hukum dengan pendekatan yang lebih humanis.
“Penghargaan Trophy for Humanity ini menunjukkan bahwa jaksa tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga hadir dengan empati dan memahami konteks sosial sebuah perkara. Ini adalah wujud nyata bahwa Kejaksaan bergerak ke arah penegakan hukum yang lebih relevan dan didorong oleh nilai kemanusiaan,” ujar Raka di Kupang, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, apa yang dicapai Tegar adalah cerminan transformasi kelembagaan yang selama ini digaungkan oleh Kejaksaan Agung, termasuk penguatan penyelesaian perkara melalui pendekatan pemulihan dan restorative justice.
“Kami bangga karena penghargaan ini menggambarkan bahwa jaksa di NTT, termasuk di Kejari Sikka, mampu menjadi jembatan bagi pemulihan sosial. Bahwa hukum tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga memulihkan hubungan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat,” ujar Raka.
Ia berharap, momentum ini menjadi inspirasi bagi seluruh jaksa di wilayah NTT agar terus menghadirkan penegakan hukum yang dekat dengan nilai empati, memahami kondisi masyarakat, dan menyelesaikan perkara dengan mempertimbangkan masa depan para pihak.
Acara Simfoni Perdamaian ditutup dengan pesan bahwa empati adalah bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat di tengah perbedaan.
Penyelenggara mengajak seluruh elemen, termasuk lembaga penegak hukum, untuk terus menyalakan empati sebagai fondasi terciptanya harmoni. (fan)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Pertamina Patra Niaga Dorong Kelancaran Distribusi Manggarai: Stok Terminal BBM Reo Aman |
|
|---|
| Distribusi 230 Unit IFP untuk Sekolah di Ngada, Disdik Ingatkan Pentingnya Update Dapodik |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 28 November 2025, Firman yang Tak Pernah Berlalu |
|
|---|
| Pratu Yulianus Rivaldy Ola Baga Sebut Prada Lucky Berteriak “Ampun Danki” saat Disiram Air |
|
|---|