Cuaca Ekstrem di NTT
BMKG NTT Sebut Penyebab Cuaca Ekstrem dan hingga Daftar Daerah Terdampak
Bibit siklon tropis 97S di Australia Utara bergerak ke Laut Timor dan berpotensi menjadi siklon, memicu cuaca ekstrem di NTT.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/HUJAN-DI-BUKIT-Kondisi-hujan-di-Bukit-Magepanda-Sikka-Flores-NTT-Senin-24-Februari-2025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penyebab: Bibit siklon tropis 97S di Australia Utara bergerak ke Laut Timor dan berpotensi menjadi siklon, memicu cuaca ekstrem di NTT
- Dampak: Hujan lebat, angin kencang, dan petir berpotensi menyebabkan banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang
- Imbauan: Masyarakat di seluruh NTT diminta waspada, melakukan mitigasi dini, dan evakuasi mandiri jika hujan deras berlangsung lama.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut daftar daerah yang patut waspada imbas dari bibit siklon tropis 97S.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenot'ek meminta adanya perhatian serius menghadapi cuaca ekstrim dalam sepekan kedepan.
"Mohon perhatian dan kewaspadaan nya bersama dalam menghadapi cuaca ekstrem dalam sepekan kedepan di seluruh wilayah NTT terutama Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan TTS," katanya, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa TTU, 1 Rumah Warga Desa Humusu Wini Tertimpa Pohon Tumbang
Penyebab Cuaca Ekstrem
Sti menyebut cuaca ekstrem itu disebabkan adanya bibit siklon tropis 97S di Benua Australia bagian Utara dekat Kota Darwin dan bergerak ke arah Barat atau sekitar laut Timor yang berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari kedepan.
Dia meminta adanya langkah mitigasi lebih dini pada wilayah yang sering terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor. Sti berharap informasi itu bisa disampaikan ke masyarakat.
"Sehingga dapat diambil langkah preventif seperti melaksanakan evakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman dalam sepekan kedepan," katanya.
Langkah itu, kata dia, agar meminimalisir risiko adanya kerugian material ataupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BPBD NTT Samuel Halundaka mengatakan, BMKG memantau potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Daerah yang dimaksud diantaranya Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Lembata, Ngada, Alor, Nagekeo, Belu, Rote Ndao, Ende, Malaka, Sabu Raijua, Sikka, TTU, Sumba Timur, Flores Timur, TTS, Sumba Tengah, Kupang, dan Sumba Barat serta, Kota Kupang dan Sumba Barat Daya.
"Dampak yang perlu diwaspadai banjir, banjir bandang, banjir lahar, sambaran kilat, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang," kata Samuel dalam pesan tertulisnya.
Samuel mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, lereng perbukitan curam, serta wilayah minim vegetasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana saat cuaca ekstrem.
Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang menurun hingga kurang dari 100 meter, warga sebaiknya melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
"Hindari aktivitas di sekitar aliran sungai, terutama dalam jarak 10-20 meter dari tepi sungai, untuk mencegah risiko banjir bandang atau longsor tebing sungai," katanya.