Minggu, 26 April 2026

Opini Dosen Unika Ruteng

Implikatur Suara Agape Keuskupan Denpasar

Kehadiran media digital membawa kesadaran dan harapan baru bagi umat beriman. Media digital sebagai sarana pewartaan iman umat.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Implikatur Suara Agape Keuskupan Denpasar
TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA RUTENG
Bernardus Tube Beding, Dosen PBSI Unika Santu Paulus Ruteng 

Bernardus T. Beding

Dosen Unika Santu Paulus Ruteng

 

 

Ringkasan Berita:
  • Kehadiran media digital membawa kesadaran dan harapan baru bagi umat beriman. Media digital sebagai sarana pewartaan iman

 

Kamis, 27 November 2025, Keuskupan Denpasar meresmikan Suara Agape: Radio dan TV Streaming Keuskupan Denpasar. Menurur Bapa Uskup Silvester San, “ini mimpi yang menjadi kenyataan”. Saya apresiasi trobosan ini. Tentu, saya juga mengapresiasi trobosan-trobosan keuskupan lain yang bernaung di bawah Konverensi Wali Gerejani (KWI) Indonesia. Ini menjadi bukti Gereja terus bertekad melayani umat pada zamannya. 

Kehadiran media digital membawa kesadaran dan harapan baru bagi umat beriman. Media digital sebagai sarana pewartaan iman. Kerajaan Allah semakin dikenal dan dihayati seutuhnya oleh umat beriman. Lebih dari itu, ajaran-ajaran Kristus tidak hanya membawa keselamatan bagi umat beriman kristiani saja, tetapi juga bagi seluruh manusia di dunia (bdk. Inter Mirifica art. 2).  Paus Benediktus XVI dalam Church and Internet menegaskan media komunikasi digital merupakan suatu bidang pastoral yang peka dan penting dalam menunaikan tugas penggembalaan demi dan untuk Sabda.”

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 mencatat kenaikan 44,53 percepatan tranformasi digital Indonesia dan semakin cakapnya masyarakat dalam mengadopsi teknologi digital. Artinya, tidak sedikit masyarakat Indonesia (termasuk umat Kristiani) menggunakan media digital. Memang tanpa dimungkiri bahwa ketika berbicara tentang penggunaan media digital, ada plus-minusnya. Apalagi yang diminati masyarakat lebih pada hal-hal “hiburan” walaupun isinya tidak bernilai baik dan bermakna. 

Perkembangan teknologi dan informasi dapat membuat manusia mengalami amnesia, lupa akan identitasnya. Amnesia identitas diri membuat manusia memberikan diri dikuasai oleh jaringan teknologi digital. Tantangan utama bagi Gereja adalah memulihkan kembali ingatan manusia bahwa ia bukan makhluk yang hanya terdiri dari daging atau tubuh dan mesin (cyborg), melainkan pribadi yang memiliki daya spiritual. 

 

 

 

 

Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Adakan Pembekalan KKN

 

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved