Jumat, 1 Mei 2026

Keracunan MBG di TTS

Dinkes TTS Sebut 43 Anak Alami Keracunan MBG di Amanuban Selatan

43 orang keracunan (siswa SD, SMA, dan guru) setelah konsumsi MBG di Amanuban Selatan. Gejala utama: diare, sakit perut, mual.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Dinkes TTS Sebut 43 Anak Alami Keracunan MBG di Amanuban Selatan
POS-KUPANG.COM
CEK PASIEN - Suasana pengecekan pasien keracunan makanan bergizi gratis di Kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan, NTT,  Kamis (30/4/2026)  

Ringkasan Berita:
  • 43 orang keracunan (siswa SD, SMA, dan guru) setelah konsumsi MBG di Amanuban Selatan
  • Gejala utama: diare, sakit perut, mual, muncul 2–27 jam setelah makan
  • Dugaan penyebab: kontaminasi bakteri; sampel makanan sedang diuji
 
 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

TRIBUNFLORES.COM, SOE- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dr. RA Karolina Tahun, mengkonfirmasi sebanyak 43 korban keracunan makanan di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Dari jumlah tersebut, sebanyak tiga orang diketahui dari dua sekolah dasar yang berbeda yaitu dua dari SD GMIT Panite I dan satunya dari SD Tuapanan. Selanjutnya 34 siswa-siswi SMA Negeri Amanuban Selatan beserta enam orang guru. 

Hal ini disampaikan dr. RA Karolina Tahun saat ditemui di UPT Puskesmas Panite yang mana menjadi lokasi penanganan pasien keracunan makanan, Kamis (30/4/2026) pukul 18.00 wita. 

"Kami sampaikan hingga pukul 18.00 wita, jumlah korban keracunan makanan sebanyak 43 orang, tiga anak SD, 34 pelajar dari SMA Negeri Amanuban Selatan bersama enam guru," tegasnya.

Baca juga: Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Insana TTU, Daging Tidak Matang, Sayur Basi

Kronologi Kejadian

Ia menerangkan kronologi kejadian bahwa pada Kamis (30/4/2026), pukul 10.09 wita, pihaknya mendapatkan informasi empat orang anak sekolah diantar guru dari SMAN Amanuban Selatan ke IGD PKM Panite. 

Keempatnya datang dengan keluhan mencret, mules dan sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah yaitu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada (29/4/2026) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panite. 

Tim TRC ( Tim Respon Cepat) kemudian melakukan investigasi dan Penyelidikan epidemiologi terkait Informasi tersebut.Hasil investigasi dan Pelayanan Kesehatan sesuai dengan kronologis yaitu pada (29/4/2026), MBG terdistribusi ke 13 lokasi sebanyak 2.273 paket. 

Pada tanggal (30/4/2026), pukul 12.33 WITA Tim TRC Dinas Kesehatan membagi tugas dan melakukan investigasi baik di Puskesmas, dan di Penyedia MBG yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beralamat di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.

Dari hasil wawancara dengan penanggung jawab MBG proses pengolahan makanan didapur SPPG Panite mulai berlangsung dari Pukul 01.00 dini hari. Dengan keterangan pengelohan sebagai berikut Nasi Beras merah mulai diolah dari pukul 01.00 dini hari.  Lauk Pauk (Tempe goreng, Acar dan ayam bumbu kuning) diolah dari pukul
03.00-03.30 wita. Salad buah(Agar-agar dan apel) mulai diolah dari pukul 05.00 dini hari hingga pukul 07.00 wita. 

Kemudian pada pukul 12.35 WITA Melalui tim promkes Puskesmas melakukan Calling keliling
ke wilayah Bena dan informasi ke grup sekolah. Guru memberikan informasi kepada para murid dan orang tua untuk membawa anaknya ke Puskesmas jika mengalami gejala mencret dan atau gejala lain seperti diare, pusing, sakit perut. 

Pada pukul 14.00 WITA total siswa yang datang ke IGD Puskesmas panite sebanyak 32 siswa SMA N 1 Amanuban Selatan, 6 Guru dari SMAN 1 Amanuban Selatan dan 2 siswa SD Gmit 1 Panite. 

"Para murid yang datang ke IGD mengalami gejala yang sama yaitu mencret,lemas dan sakit perut. Pada pukul 14.28 WITA berdasarkan perintah dari Pimpinan maka dipasang 1
tenda dengan ketersediaan 15 bed dari BPDB. Melalui tim gabungan Dinas Kesehatan, Puskesmas Panite, BPDB, Guru-guru dan Forkopincam Amanuban Selatan dilakukan di halaman Puskesmas Panite untuk penanggulangannya," gambar Kadis Kesehatan. 

Pada pukul 16.00 pada (30/4/2026) datang lagi tiga pasien dari SMA N 1 Amanuban
Selatan dan SD Tuapanan, dengan gejala yang sama. Hasil Investigasi sementara TIM TRC sampai dengan tanggal 30 April 2026 adalah sebagai berikut  Distribusi Kasus Berdasarkan Waktu, yaitu pada (29/4/2026) terjadi nol kasus, kemudian pada (30/4/2026) terjadi sebanyak 43 kasus. 

Jumlah 43 kasus ini, dimana sebanyak 3 korban merasakan gejala dalam 2 jam, sebanyak 8 korban merasakan gejala setelah 15 jam mengkonsumsi makanan dan 3 korban
timbul gejala setelah 24 jam, dan rata-rata bergejala dari 2 sampai 27 jam. Berdasarkan masa Inkubasi tersebut dugaan penyebab keracunan yang terjadi adalah dari Mikrobiologis.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved