Minggu, 3 Mei 2026

Berita TTU

Brimob Mabes Polri Suguhkan Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT ke-103 Kefamenanu

Saat diwawancarai, seorang penerjun payung dari Korps Brimob Mabes Polri, Brigpol Dliki Khoirudin mengaku senang

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Brimob Mabes Polri Suguhkan Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT ke-103 Kefamenanu
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON 
Pose para penerjun payung dari Korps Brimob Mabes Polri saat melakukan aksi terjun payung di Perayaan Puncak HUT ke 103 Kota Kefamenanu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Aksi terjun payung meriahkan perayaan puncak Hari Ulang Tahun HUT ke 103 Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Senin, 22 September 2025. Sebanyak 18 penerjun yang ambil bagian dalam kesempatan itu.

Mereka membawa bendera Merah Putih, Lambang Tribrata Polri, Logo Kabupaten TTU, ucapan HUT Kota Kefamenanu dari Bupati dan Wakil Bupati TTU, dan tulisan Salu, Miomaffo, Kuluan dan Maubesi.

Saat diwawancarai, seorang penerjun payung dari Korps Brimob Mabes Polri, Brigpol Dliki Khoirudin mengaku senang pertama kali melakukan aksi terjun payung di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU.

Menurutnya, aksi terjun payung di Kota Kefamenanu sangat menarik. Pasalnya, mereka tidak mengalami kendala besar seperti kabut tebal dan kendala lainnya.

 

Baca juga: Polisi Sidak di Pasar Baru Kefamenanu Usai Terima Informasi Hasil Lab Ikan Mengandung Formalin

 

 

Kecepatan angin di langit Kota Kefamenanu masih masuk kategori standar. Oleh karena itu, mayoritas pendaratan berjalan lancar dan aman.

Brigpol Dliki menegaskan aksi terjun payung pada puncak perayaan HUT ke 103 Kota Kefamenanu merupakan aksi ke 371 kali. Mereka telah melakukan berbagai persiapan dan latihan sebelum melaksanakan kegiatan di Kota Kefamenanu.

Sebelumnya melakukan aksi terjun payung, mereka telah menentukan titik koordinat landasan menggunakan GPS Khusus untuk menetapkan titik koordinat.

Menariknya, mereka adalah atlet terjun payung dari beberapa provinsi di Indonesia. Saat melaksanakan latihan, para atlet penerjun payung ini bisa melaksanakan terjun payung 3 sampai 4 kali sehari.

Pada perayaan puncak HUT ke 103 Kota Kefamenanu, Brigpol Dliki melakukan terjun payung dari ketinggian 9000 kaki. Ia membawa lambang Tribrata Polri saat terjun payung.

"Waktu yang dibutuhkan untuk membuka parasut setelah melompat dari pesawat adalah 45 detik. Waktu ini bervariasi tergabung ketinggian dan juga kecepatan angin," ujarnya.

Berkat latihan dan persiapan yang matang, kata Brigpol Dliki, kegiatan terjun payung menyongsong dan pada puncak perayaan HUT ke 103 Kota Kefamenanu berjalan lancar dan aman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved