Berita TTU
Brimob Mabes Polri Suguhkan Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT ke-103 Kefamenanu
Saat diwawancarai, seorang penerjun payung dari Korps Brimob Mabes Polri, Brigpol Dliki Khoirudin mengaku senang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Terjun-Payung-HUT-103-Kefamenanu.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Aksi terjun payung meriahkan perayaan puncak Hari Ulang Tahun HUT ke 103 Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Senin, 22 September 2025. Sebanyak 18 penerjun yang ambil bagian dalam kesempatan itu.
Mereka membawa bendera Merah Putih, Lambang Tribrata Polri, Logo Kabupaten TTU, ucapan HUT Kota Kefamenanu dari Bupati dan Wakil Bupati TTU, dan tulisan Salu, Miomaffo, Kuluan dan Maubesi.
Saat diwawancarai, seorang penerjun payung dari Korps Brimob Mabes Polri, Brigpol Dliki Khoirudin mengaku senang pertama kali melakukan aksi terjun payung di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU.
Menurutnya, aksi terjun payung di Kota Kefamenanu sangat menarik. Pasalnya, mereka tidak mengalami kendala besar seperti kabut tebal dan kendala lainnya.
Baca juga: Polisi Sidak di Pasar Baru Kefamenanu Usai Terima Informasi Hasil Lab Ikan Mengandung Formalin
Kecepatan angin di langit Kota Kefamenanu masih masuk kategori standar. Oleh karena itu, mayoritas pendaratan berjalan lancar dan aman.
Brigpol Dliki menegaskan aksi terjun payung pada puncak perayaan HUT ke 103 Kota Kefamenanu merupakan aksi ke 371 kali. Mereka telah melakukan berbagai persiapan dan latihan sebelum melaksanakan kegiatan di Kota Kefamenanu.
Sebelumnya melakukan aksi terjun payung, mereka telah menentukan titik koordinat landasan menggunakan GPS Khusus untuk menetapkan titik koordinat.
Menariknya, mereka adalah atlet terjun payung dari beberapa provinsi di Indonesia. Saat melaksanakan latihan, para atlet penerjun payung ini bisa melaksanakan terjun payung 3 sampai 4 kali sehari.
Pada perayaan puncak HUT ke 103 Kota Kefamenanu, Brigpol Dliki melakukan terjun payung dari ketinggian 9000 kaki. Ia membawa lambang Tribrata Polri saat terjun payung.
"Waktu yang dibutuhkan untuk membuka parasut setelah melompat dari pesawat adalah 45 detik. Waktu ini bervariasi tergabung ketinggian dan juga kecepatan angin," ujarnya.
Berkat latihan dan persiapan yang matang, kata Brigpol Dliki, kegiatan terjun payung menyongsong dan pada puncak perayaan HUT ke 103 Kota Kefamenanu berjalan lancar dan aman.
| Penjual Ikan di TTU Pakai Formalin Awet Ikan, DPRD TTU Dorong Beri Sanksi |
|
|---|
| Ikan di Pasar Baru dan Pasar Lama TTU NTT Disebut Mengandung Formalin |
|
|---|
| Dinkes TTU Catat 2.325 Warga Digigit Hewan Penular Rabies |
|
|---|
| Robertus Tjeunfin Sebut Tidak Ada Kasus Campak di TTU NTT |
|
|---|
| Anggota DPRD TTU Kutuk Aksi Penembakan WNI Oleh Polisi Timor Leste |
|
|---|