Bayi Hidrodefalus di Ngada

Bayi Penderita Hidrosefalus Dirujuk ke RSUD Bajawa Kabupaten Ngada

Karena keadaan ekonomi inilah, keluarga memutuskan untuk meminta bantuan dari siapapun demi membantu pengobatan bayi mereka Angelus.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PATRIANUS MEO DJAWA
RUMAH - Kondisi rumah orangtua Angelus Gabriel Demu, bayi Hidrosefalus asal dusun II Utaseko, Desa Were 3, Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada, Kamis 17 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Angelus Gabriel Demu, bayi berusia 7 bulan asal dusun II Utaseko, Desa Were 3, Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didiagnosis menderita penyakit Hidrosefalus.

Angelus Gabriel Demu kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa (RSUD), Kabupaten Ngada, Kamis 17 Februari 2022.

Putra keempat dari pasangan suami istri Kristoforus Pangga dan Maria Raga ini kian kritis setelah didiagnosis mengidap penyakit Hidrosefalus sejak dilahirkan pada 2 Juli 2021 lalu di RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

TRIBUNFLORES.COM, Kamis 17 Februari 2022 menyambangi rumah mereka.

Rumah orang tua Bayi Angelus berukuran sekitar 4×6 meter, terbuat dari bambu dan berlantai semen.

Baca juga: Kadis Pertanian Sikka Tinjau Kebun Warga yang Terserang Hama Tikus di Talibura

 

Di dalam rumah ada satu unit televisi dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Kristoforus Pangga, adalah sopir pengangkut barang.

Saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke Utaseko dari Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

"Hanya istri dan adiknya yang selama ini mengurusi Angelus," kata ayah mertua Kristoforus, Hendrikus Ray.

Karena keadaan ekonomi inilah, keluarga memutuskan untuk meminta bantuan dari siapapun demi membantu pengobatan bayi mereka Angelus.

Baca juga: Polisi Bekuk Anak Penganiaya Ibu Kandung, Pelaku Menangis dan Minta Maaf

Sementara, Kepala dusun II Utaseko, Yohanes Baku, menerangkan Kristoforus Pangga dan Maria Raga merupakan warga pendatang yang tak memiliki tanah di Utaseko, Desa Were III, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluaraga ini hanya berharap dari pendapatan gaji suami yang tak seberapa serta menggarap tanah milik keluarga Yohanes di Utaseko.

Sebagai kepala Dusun, Yohanes mengakui kalau Kristoforus Pangga dan keluarganya belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

"Sebagai kepala Dusun II Utaseko, saya sangat berharap pihak luar atau warga didalam desa ini untuk membantu keluarga ini," ungkap Yohanes.

Sementara itu, perawat di Polindes Utaseko, Karolina Du'e, menjelasakan penyakit Hidrosefalus yang menimpa bayi Angelus pertama diketahui sejak dilahirkan 2 Juli 2021 lalu.

Proses kelahiran Angelus dilakukan melalui operasi (caesar) sebab menurut Dokter, kata Karolina, kepala Angelus sudah lumayan membesar sehingga tidak memungkinkan dilahirkan secara normal. (Cr3).

Berita Ngada Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved