Berita Manggarai Timur

Warga Rebak di Manggarai Timur Disebut Belum Merdeka

Menurut Darius, berbicara listrik merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan di dunia modern saat ini. Listrik merupakan kebutuhan dasar.

Editor: Gordy
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
TATAP MUKA - Masyarakat Dusun Rebak sedang bertatap muka dengan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum, Minggu 13 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Warga Dusun Rebak, Desa Compang Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) hingga saat ini belum memiliki penerangan yang bersumber dari listrik PT PLN.

Karena itu warga meminta kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum dan pihak PT PLN untuk membangun jaringan listrik ke Kampung itu, agar mereka keluar dari kegelapan pada malam hari.

Permintaan itu disampaikan oleh warga setempat Paulus Gadur (65), Darius Jantung (32) dan sejumlah warga lainya kepada Bupati Agas di Rumah Gendang Rebak, Minggu 13 Maret 2022.

Baca juga: Kapolres Ngada Minta Cek Vaksin di Gudang Farmasi Dinkes Ngada

 

Darius Jantung, mengatakan, hingga saat ini warga kampung lain di Desa Compang Loni sudah mendapatkan penerangan listrik dari PLN, namun sebanyak 45 kepala keluarga (KK) di Dusun Rebak hingga saat ini belum mendapat penerangan listrik dari PT PLN.

"Kami warga di Dusun Rebak ini kami merasa tertinggal dan belum merdeka seperti warga lainya, padahal Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945, karena kami belum ada penerangan dari listrik PLN, padahal tetangga-tetangga kami di desa ini sudah diterangi listrik PLN,"ungkap Darius diamini Paulus Gadur dan warga lainya.

Menurut Darius, berbicara listrik merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan di dunia modern saat ini. Listrik merupakan kebutuhan dasar.

Baca juga: Klinik Pelayanan Kasih A & A Rarcmat Adakan Baksos di Desa Compang Loni Manggarai Timur

Karena itu, kata Darius, pihaknya meminta kepada pemerintah dan PLN untuk memperhatikan mereka warga Dusun Rebak dengan membangun jaringan listrik. Jarak dari pusat jaringan listrik ke Kampung Rebak hanya sekitar 1.200 meter dan hanya membutuhkan sekitar 5 tiang listrik.

Darius mengatakan, sejauh ini masyararakat hanya menggunakan lampu pelita untuk penerangan malam. Sedangkan bagi warga yang mempunyai uang menarik listrik dari rumah warga di tetangga kampung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved