KM Sirimau Kandas

KM Sirimau Karam Selama 72 Jam, Ini Kata Nahkoda Kapten James Haba

"Ini tetap tanggung jawab nahkoda. Tidak ada alasan. Penyebabnya tetap saya sebagai nahkoda tanggung jawab," tegasnya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-SAR
KANDAS - KM. Sirimau di Pelabuhan Lewoleba, Kamis 19 Mei 2022. 

Akan tetapi upaya itu tidak berhasil. KM Sirimau masih pada posisi kandas dan tidak bisa melakukan olah gerak. Mesin induk kapal itu pun terpaksa dimatikan. Semua sistem navigasinya juga dikabarkan di nonaktifkan untuk sementara waktu.

Terhitung sudah 28 jam kapal tersebut masih kandas di sekitar perairan Ile Ape-Lembata tepatnya di perairan desa Palilolon.

Baca juga: KM Sirimau Kandas, Mama Teresia Gelisah Stok Makanan Habis

Informasi lain yang disampaikan Abdul Syukur Muklis bahwa Ballast Water sebagai pemberat untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan kapal pun sudah dikosongkan.

Pengosongan air bertujuan supaya kapal bisa punya daya apung yang besar termasuk berat kapal pun bisa lebih ringan. Akan tetapi hal ini pun berujung nihil.

"Air dalam tangki ballast juga sudah dikosongkan tapi masih saja belum bisa," ujar Abdul Syukur ketika dikonfirmasi Rabu 18 Mei 2022.

Menurut Abdul, sampai saat ini para penumpang dan para ABK masih dalam keadaan aman.

"Kapal juga masih berada dalam keadaan aman. Tidak ada kerusakan akibat menabrak karang dan kandas. Lunas dan lambung kapal juga tidak bocor," katanya.

Kandasnya KM Sirimau itu disebabkan oleh sistem navigasinya tidak berfungsi secara baik.

"Kemungkinan sistem navigasi tidak berfungsi baik," tandasnya.

Respon Pelni Cabang Maumere

Sebelumnya, Kapal motor (KM) Sirimau yang sedang berlayar dari Pelabuhan Lewoleba,Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kandas di Pulau Meko, Selasa 17 Mei 2022 kemarin.

Kandasnya kapal tersebut menyebabkan calon penumpang kapal KM Sirimau yang sedang menunggu diberangkatkan dari Pelabuhan Lorens Say Maumere mengalami kepanikan lantaran kekurangan stok persediaan makanan dan minuman.

Respon atas keluhan dan kepanikan penumpang, pihak PT. Pelayaran nasional Indonesia (Persero) cabang Maumere menegaskan sudah berkoordinasi dengan pihak pelni pusat untuk melakukan penanganan.

Kepala Pelni cabang Maumere, Yusuf kepada TribunFlores.com pada Rabu 18 Mei 2022 menyampaikan ia sudah menurunkan tim untuk mendekati dan membantu mengatasi solusi para calon penumpang yang saat ini tengah menunggu di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

"Kita sudah turunkan tim, pak kepala operasional pelni, Pak Kadri sudah sejak kemarin hingga hari ini terus mengecek kondisi para penumpang," ungkapnya.

Dalam mengatasi persediaan makanan untuk kurang lebih 180 an calon penumpang KM Sirimau di Pelabuhan L Say Maumere, ia menegaskan sudah berkoordinasi dengan pihak pelni pusat sesuai prosedur yang ada.

"Kitakan harus berkoordinasi dengan pihak pusat, dan itu sudah kita lakukan dan sebentar malam bisa kita sediakan makanan dan minuman untuk calon penumpang yang sedang menunggu," ungkapnya.

Selain itu juga, pihaknya sudah membantu mencarikan solusi bahkan membatalkan tiket keberangkatan calon penumpang itu namun dari pihak penumpang sendiri tidak mau dan mengaku akan tetap menunggu.

Hal ini diperjelas oleh kepala operasional Pelni cabang Maumere, Kadri, katanya, kemarin hingga hari ini ia sudah bersama dengan para penumpang.

Baca juga: KM Sirimau Berhasil Dievakuasi, Kini Sudah Sandar di Pelabuhan Lewoleba

"Saya dari kemarin hingga malam ini belum tidur pak, bersama penumpang. Kita juga tawarkan solusi minta mereka kembali ke rumah namun ada yang tidak mau karena ingin tetap menunggu untuk berangkat," tandasnya.

Menurut Kadri, para penumpang tetap menunggu karena ingin mencari pekerjaan di daerah luar.

"Katanya mereka mau cari kerja di sorong, kita minta mereka kembali hanya mereka nggak mau," tegasnya.

Menurut pengakuan Kadri, para penumpang hingga saat ini dalam situasi baik-baik saja.

"Kita tetap pantau, untuk persoalan makanan kita sudah koordinasikan dengan bagian pusat untuk adakan. Paling lambat sebentar malam udah bisa disediakan. Karena, kita harus kerja ikut prosedur pak," tutupnya.

Berita KM Sirimau lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved