Breaking News:

Berita NTT

Dana PEN Provinsi NTT Rp 75 Miliar Jadi Temuan BPK RI

Temuan itu mengindikasikan pemerintah provinsi NTT tidak disiplin dalam memanfaatkan dana pinjaman sebesar Rp76.784.940.029 dari PT SMI.

Editor: Gordy Donovan
DOK.TRIBUN
ILUSTRASI- Ilustrasi penyaluran uang. Dana Rp 75 miliar disebut menjadi temuan BPK RI. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK RI menemukan dana hasil pinjaman daerah atau dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) digunakan tidak sesuai peruntukan.

Temuan itu mengindikasikan pemerintah provinsi NTT tidak disiplin dalam memanfaatkan dana pinjaman sebesar Rp76.784.940.029 dari PT SMI.


Dalam rapat paripurna DPRD NTT dengan agenda pandangan akhir fraksi, PDI Perjuangan, melalui juru bicaranya, Adoe Yuliana Elistabeth, memaparkan catatan itu dihadapan gubernur NTT yang hadir dalam rapat tersebut, Senin 20 Juni 2022 lalu.

"Digunakan tidak sesuai dengan peruntukan pengunaan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini menjadi catatan dan peringatan serius bahwa disilpin pengelolaan keuangan daerah harus kembali ditegakkan," ujarnya membacakan pandangan fraksi.

Baca juga: Seorang ASN di NTT Korban Pengeroyokan, Polisi Bilang Korban dalam Kondisi Mabuk

 

PDI-Perjuangan, menyoroti pencapaian pembiayaan daerah masih jauh dari target. Pembiayaan dalam APBD Tahun Anggaran 2021 hanya mencapai 25,91 persen, atau sebesar Rp.258.865.991.150. Ini harus menjadi pencermatan pemerintah, sekali lagi berkaitan dengan rasio kemampuan keuangan daerah.

Kepala Badan Keungan Daerah (BKD), Zakarias Moruk, menjelaskan, Pemerintah provinsi telah melakukan konsultasi kepada pemberi dana pinjaman. Oleh pemberi dana, kebijakan penggunaan dana itu dikembalikan ke pemerintah setempat.

"Itu dana PEN memang kita ada kebijakan yang kami sudah konsultasikan karena nanti akan ditutup dengan kita punya pendapatan daerah," katanya, Rabu 13 Juli 2022.

Ia menyebut, saat ini sudah dilakukan pencarian tahap kedua sebesar 700 miliar lebih dari total pinjaman Rp 1,3 Trilun. Pada November mendatang, pencarian kembali dilakukan sebesar 300 miliar.

Penyerapan dana pinjaman disebutkan sudah diatas 70 persen untuk dana pencarian ditahap dua. Untuk mencairkan dana sisa 300 miliar, progres penyerapan pada tahap satu dan dua, harus 90 persen.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved