Berita Flores Timur

Kematian Ibu dan Anak Meningkat di Flores Timur, 9 Kasus AKB Pada November 2022

Yang mana sempat mengalami penurunan di tahun 2019 yang mencatat 3 kasus AKI menurun dari tahun sebelumnya yang mencatat 9 kasus AKI.

Editor: Hilarius Ninu
TRIBUNFLORES.COM/HO-PEMKAB FLORES TIMUR
Lokakarya kasus kematian ibu dan anak di Flores Timur 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Angka kematian ibu (AKI) di Flores Timur menunjukan peningkatan tiap tahunnya.

Yang mana sempat mengalami penurunan di tahun 2019 yang mencatat 3 kasus AKI menurun dari tahun sebelumnya yang mencatat 9 kasus AKI.

Akan tetapi pada tahun-tahun berikutnya kasus AKI menunjukan tren peningkatan yakni 5 kasus di tahun 2020 dan 6 kasus di tahun 2021. Untuk Angka Kematian Bayi (AKB), dari tahun 2018 hingga 2021 menunjukan penurunan yakni berturut-turut 24, 20, 16, dan 11 kasus di tahun 2021. Hingga Nopember 2022, tercatat 9 kasus AKB dan 47 kasus kematian neonatal di Flores Timur.

Menyikasi masalah itu, maka perlu upaya mencaritahu penyebab dan mempercepat penurunan AKI dan AKB yang dilakukan melalui penelusuran faktor penyebab kematian, yang dilakukan guna meningkatkan percepatan pengambilan keputusan agar kasus kematian di kemudian hari dapat diitimigasi melalui intervensi program yang tepat sasaran dan berkelanjutan maka Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur bekerjasama dengan Momentum AUSAID telah menyelenggarakan Evaluasi dan Lokarya Pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Survalains dan Respon (APM-SR) di Aula Hotel Gelekat Nara Larantuka, Selasa (13/12/2022).

Setelah dilakukan evaluasi sehari sebelumnya hasil rekomendasi itu pun kemudian diserahkan pada Rabu (14/12/2022) kepada pihak pemerintah.

Baca juga: 300 Orang Tewas!Kenapa Rabies Belum Bebas dari Flores dan Lembata?

Penjabat Bupati Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Ir. Tulit Beny- yang hadir pada momentum penyerahan hasil rekomendasi ini mengungkapkan bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak sangatlah penting dalam rangka mewujudkan program pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT, terutama pada kelompok yang paling rentan seperti ibu hamil, ibu bersalin dan bayi yang baru lahir sebab besarnya masalah kesehatan ibu dan anak ditandai dengan tingginya AKI dan AKB.

“Untuk itu, dengan adanya kegiatan evaluasi dan lokarya pelaksanaan AMP-SR ini diharapkan kita dapat memahami betul peran dan fungsi kita dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu atau AKI, Angka Kematian Neonates atau AKN dan Angka Kematian Bayi atau AKB khususnya di Kabupaten Flores Timur,” ungkap Tulit Beni.

Selain itu, lanjutnya,kegiatan ini harus mempunyai nilai tambah yang berbobot sehingga tidak terkesan sekedar kegiatan evaluasi dan lokarya biasa yang dilaksanakan secara rutin tetapi juga harus memberikan masukan dan saran sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang terjadi, pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Kabupaten Flores Timur.

Penjabat Bupati melalui Tulit Beny pun mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. “Saya juga berharap kepada para petugas kesehatan stakeholder, semoga setiap kecamatan dan Puskesmas ke depannya mampu melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing,” sebut Tulit Beni.

Tulit Beni pun menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Flores Timur saat ini berupaya optimal untuk menurunkan AKI dan AKB. Salah satu upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah melalui peningkatan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan.

Baca juga: Viral, Emak-emak di NTT Tarik Mobil yang Tersangkut di Jembatan Nunsosno Amfoang Utara

“Selain itu, penanganan kegawatdaruratan maternal harus sesuai standard dan tepat waktu yang dapat dikaji melalui AMP-SR. Oleh karena itu perlu dilakukan penelusuran sebab-sebab kematian ibu dan bayi melalui AMP-SR,” ungkapnya.

Dia pun menilai hal Ini penting agar dapat dijadikan pembelajaran terkait kematian yang bisa dicegah dan dihidari di masa yang akan datang. Karena itu melalui proses audit ini dapat ditentukan sebab dan faktor-faktor terkait dalam kemaitan ibu dan prenatal.

“Di mana dan mengapa berbagai sistem program gagal dalam mencegah kematian, termasuk menemukan jenis intervensi dan pembinaan yang tepat dan diperlukan,” desaknya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved