Berita NTT

Polisi Bekuk Seorang Warga di Pulau Semau NTT, Diduga Pakai Bom Ikan saat Melaut

FN (39) warga Desa Uiasa, Kecamatan Semau Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ditangkap oleh aparat Direktorat Kepolisian Perairan & Udara.

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Ilustrasi Penangkapan : FN (39) warga Desa Uiasa, Kecamatan Semau Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap oleh aparat Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Dia ditangkap setelah diduga melakukan aktivitas mencari ikan menggunakan bom ikan. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - FN (39) warga Desa Uiasa, Kecamatan Semau Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap oleh aparat Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) NTT.

Dia ditangkap setelah diduga melakukan aktivitas mencari ikan menggunakan bom ikan.

"Pelaku ini kita tangkap Sabtu (14/1//2023)," kata Kepala Bagian Bina Operasional Ditpolairud Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gede Putra Yase, dalam keterangan pers, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Dititip di Tempat Tambal Ban, Motor Milik Pria di NTT Hilang, Polisi Bekuk Pelaku

 

Kronologi

Gede menuturkan, kejadian bermula saat petugas Ditsatpolairud menerima informasi dari warga, terkait adanya aktivitas pengeboman ikan di wilayah Perairan Desa Uiasa.

Sejumlah personel yang menggunakan kapal patroli kemudian mendatangi lokasi untuk memantau.

Tiba di Perairan Uiasa, petugas melihat perahu yang sedang ditumpangi pelaku FN.

Saat itu, petugas mendengar dua kali bunyi ledakan.

"Saat ledakan, muncul semburan air laut ke atas, sehingga anggota kita langsung mengejar para pelaku," ujar Gede.

Baca juga: 16 Ekor Babi di Sikka Mati, Kadis Pertanian Sikka Sebut 3 Ekor Babi Positif ASF

Pelaku FN kemudian berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Sedangkan pelaku lainnya kabur.

Petugas lalu menggelandang FN ke Markas Ditpolairud Polda NTT untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain menangkap FN, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah sampan berwarna biru, sebuah bom ikan siap pakai, satu set pukat ikan dan dua dayung.

Pelaku dijerat Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak.

"Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," ujar dia (Kompas.Com).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved