Berita NTT
Cerita Rudi Tidak Punya Cita-Cita Jadi Pelukis hingga Ikut Pameran Internasional di Spanyol
Rudi Tidak Punya Cita-cita Jadi Pelukis dan akhirnya Ikut Pameran Internasional di Spanyol. Ini suatu kebanggan dan menjadi motivasi bagi yang lain.
Dari kegigihannya, karya lukisnya pernah terjual saat ia dan teman-teman perupa lainnya menggelar pajang karya di sebuah hotel bintang 5 di kota yang ditinggalinya saat ini. Dari pajang karya itu, karyanya terjual Rp 15 juta dengan ukuran 300 x 150 cm meluncur ke negara Singapura.
Berbicara soal penjualan, karya seni lukis termasuk karyanya sulit terjual di kotanya. Gaya lukis yang dibuatnya masih sedikit asing di mata publik lokal,tetapi akan berbeda ketika dilihat wisatawan dari luar yang berada di hotel.
"Mereka lebih memilih karya saya, karena sangat berbeda dari karya-karya yang pernah mereka lihat di mana-mana,unik dan sedikit menggelitik dengan melihat bentuk figur manusianya. Dari keunikan itulah mereka ingin mengoleksi dan mengenal saya lebih banyak lagi,"tandasnya saat dihubungi POS-KUPANG.COM pada Rabu, 15 Maret 2023
Setiap karya lukisnya di-posting melalui Instagramnya dan untuk karya seni murni selalu dibedakannya Karena lebih menjelaskan personanya. Orang akan melihatnya melalui karya seni murni dengan gaya yang khas,warna-warna yang menantang dan sedikit irama lekukan bentuk-bentuk manusia yang tidak formal.
Sehingga keunikan itu mencuri perhatian orang melihatnya termasuk seorang kurator berkebangsaan Italy bekerja di galery m.a.d.s. spanyol yang langsung mengundang dan menawarkan untuk ikut dalam expo yang mereka gagasi. Awalnya Rudi menolak karena untuk mengikuti expo ini, ia harus menguras kocek sedikit untuk biaya registrasi. Menurutnya, selama ini ia lebih memilih pameran gratis ytetapu ketat dalam penyeleksian karyanya. Hal mengejutkannya adalah tidak semua seniman yang melamar ke Galeri m.a.d.s Spanyol bisa mengikuti expo bergengsi ini yang membuatnya menerima tawaran.
Baca juga: Perjuangan Warga Palue di NTT, Suling Uap Panas Bumi Gunung Rokatenda Dapatkan Air Minum Bersih
Galeri m.a.d.s Spanyol adalah salah satu besar dengan kuratorial profesional. Tak sedikit nama-nama seniman kelas papan atas yang diangkat dan lahir dari sini.
"Saya merasa terpanggil dan harus ikut,kurator itu telah menyatakan walau ini berbayar tetapi tak semua artis/ seniman yang melamar ke galeri m.a.d.s. untuk ikut pada pamerannya. Tak semudah itu juga harus lolos, karna kurator akan melihat kualitas karya dan keprofesionalan artisnya,"tandasnya.
Dalam menilai, Kurator lebih mencari seniman yang berbakat seperti dirinya yang langsung ditunjuk Kurator Italy itu. Meski harus mencari uang untuk mengikuti expo ini, Rudi ta berkecil hati. Ia mengungkapkan jika ini adalah salah satu bentuk perjuangannya selama bergelut di bidang seni rupa.
"Semoga ini adalah awal langkah yang baik. Harap pria yang sudah 2 kali mengikuti pameran internasional ini.
Untuk mengikuti pameran ini, Rudi mengeluarkan budget sebesar 320 euro per karya. "Bagi saya ini cukup mahal, tetapi saya lebih menghargai nilai sebuah karya seni, kita ingin berjuang tentulah memerlukan biaya,memerlukan modal,baik itu fisik maupun non fisik,ini bukan soal saya di janjikan terjualnya karya,tetapi ini soal cv diri saya.ini merupakan tawaran yang begitu mengangkat kita dalam pengakuan kekaryaan yang telah diakui oleh kurator luar maupun dalam. Terlebih karya saya bisa terjual itu merupakan bonus bagi saya,"lanjutnya.
Dalam pameran internasional ini, Rudi hanya mengirim satu karya saja, yang dianggapnya paling bagus dan sisanya orang di seluruh dunia akan bisa melihat pada akun instagram dan media sosialnya yang dicantumkan pada hari promosi galeri m.a.d.s. dan hari pembukaan pamerannya pada Kamis, 16 Maret 2023.(Pos Kupang.Com).
Berita TRIBUNFLORES.Com Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.