Berita Manggarai
Habitus Wisudawan: The Stars Down to Earth
orasi ilmiah ini dibawakan oleh Dr. Maksimilianus Jemali, S.Fil.,M.Th, Dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Doktor-Lian-Jemali.jpg)
Dunia sekarang diperhadapkan dengan berbagai fenomena yang bisa saling berkaitan atau bisa juga saling bertentangan. Oleh karena itu, dunia membutuhkan wisudawan (sarjana dan ahli madya) abad 21 yang memiliki pemahaman yang kuat tentang teknologi modern, pemanfaatan media-media digital, dan kemampuan berpikir kreatif dan menciptakan solusi inovatif.
Selama proses perkuliahan, wisudawan telah dibekali oleh UNIKA Santu Paulus Ruteng dengan modal IPTEK (hard skills) dan juga etos kerja (soft skills). Etos kerja yang tinggi memastikan bahwa wisudawan dipercaya dan dihormati dalam lingkungan personal dan sosial.
Kemampuan ini memungkinkan wisudawan untuk berkontribusi secara signifikan dalam memecahkan masalah global. Salah satu influencer kenamaan menulis di akun Instagramnya, “Banyak orang kaget ketika ada temannya yang biasa-biasa saja secara akademik sukses kariernya, kenapa? Karena ternyata ada kecerdasan yang tidak ada nilainya di raport, tidak ada nilainya di ujian nasional, dan tidak ada nilainya di ijazah.
Yaitu apa? Kecerdasan softskill. Apa itu? Berani, percaya diri, pantang menyerah, daya juang yang tinggi, motivasi tinggi, pandai bergaul, komunikatif, adaptif, dan yang terpenting adalah mereka memiliki akhlak dan sikap yang baik. Untuk itu bagi hari ini teman-teman yang ingin sukses milikilah kecerdasan soft skills ini karena dengan kecerdasan ini, anda akan mudah diterima orang lain, anda akan punya banyak teman, anda akan mudah bergaul dan bisa bekerjasama dengan orang lain.
Untuk itu jangan hanya fokus pada kecerdasan di raport (ijazah) tetapi juga fokus pada kemampuan softskills kita. Berlatih terus dan terus berlajar di manapun kita berada.”
Habitus wisudawan adalah keterampilan untuk bekerja dalam tim dan kemampuan berkolaborasi dengan beragam individu dari beragam latar belakang.
Mereka tidak hanya terkonsentrasi pada karakterisasi relasi terhadap yang lain tetapi juga komitmen yang konsisten melalui tindakan yang dinamis. Mereka tidak hanya sampai kepada konsensus; menyepakati hal yang sama tetapi juga dinsensus; menghargai perspektif berbeda dalam pendekatan beragam.
Kapasitas atau kemampuan ini memungkinkan wisudawan untuk memanfaatkan kekuatan kolektif dalam mencapai tujuan bersama. Mereka mendorong kolaborasi yang seimbang dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan seluruh teamwork.
Wisudawan dapat memainkan peran kunci sebagai pemimpin masa depan berkarakter dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, politik, bisnis, budaya, dan masyarakat. Mereka dapat mempengaruhi kebijakan publik serta mempromosikan perkembangan berkelanjutan di berbagai sektor.
Apa yang terjadi pada hari ini adalah salah satu pencapaian luar biasa di atas puncak akademik. Namun, seorang akademisi harus kembali turun ke dasar untuk meraih puncak-puncak prestasi berikutnya.
Seremoni hari ini adalah meterai publik yang menyematkan pada Anda sekalian “bukan” hanya status kesarjanaan atau ahli madya “tetapi” seorang sarjana dan ahli madya yang betul-betul “ahli” di bidang masing-masing. Anda sekalian adalah bintang-bintang yang hari ini membumi. Anda tidak sendirian karena Tuhan akan selalu menyertai perjalanan intelektual Anda selanjutnya, Happy graduation! Your dreams come true. Believe in yourself and your abilities, and You will create a future that is beyond your wildest dreams.
“karenanya marilah kita bergembira (Gaudeamus Igitur)”: (wisudawan, senat dosen, dosen, tendik, dan undangan dipersilahkan berdiri lalu menyahut yel-yel berikut dengan suara gemuruh)
Vivat academia,
Vivant Professores,
Vivat membrum quodlibet,
Vivant membra quaelibet,
Semper sint in flore!
Hidup UNIKA Santu Paulus Ruteng!
Hidup para dosen!
Hidup setiap wisudawan!
Hidup seluruh wisudawan!
Semoga kita selalu berkembang!
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News