Gunung Ile Lewotolok
Status Siaga Gunung Ile Lewotolok, Desa Jontona Buka Posko Siaga Darurat
Pemerintah Kabupaten Lembata terus mengikuti setiap perkembangan menyusul naiknya status siaga Gunung Ile Lewotolok.
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Ile-Lewotolok-saat-erupsi.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Pemerintah Desa Jontona di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata membuka posko siaga darurat menyusul kenaikan status siaga Gunung Ile Lewotolok yang telah diumumkan, Selasa, 27 Februari 2024.
Pembangunan posko siaga darurat ini merupakan salah satu isi kesepakatan dalam rapat koordinasi Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Lembata, Selasa silam, 27 Februari 2024.
Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban mengatakan warga Jontona akan berada dalam satu komando di bawah pimpinan kepala desa yang berkoordinasi dengan satuan komando siaga darurat kabupaten. Pihaknya sudah menginformasikan kepada warga Jontona supaya tetap siaga dan mengikuti arahan dari kepala desa.
Andris menyebutkan sudah mengecek kesiapan 17 pos siaga yang ada di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan rencana kontingensi (renkon) erupsi Ile Lewotolok.
Baca juga: Dinas Kesehatan Lembata Juara Pertama Penyedia Data dalam Penyusunan Publikasi
Asisten 3 Setda Lembata, Mans Wutun mengatakan satuan komando siaga darurat perlu menyampaikan kepada masyarakat supaya tetap tenang dan tidak panik sembari memantau informasi dari pemerintah daerah.
"Kita semua harus dalam keadaan siaga untuk ikuti perkembangan ini. Kita sudah harus aktifkan posko siaga. Pemda secara administratif juga bisa mengantisipasi jika terjadi erupsi. Tahap siaga ini kita harus siapkan apa saja yang perlu," kata Mans.
Kapolres Lembata, AKBP Vivick Tjangkung sepakat satuan komando siaga darurat mengambil langkah untuk menenangkan masyarakat dengan informasi yang benar dan akurat.
"Kita harus berikan kepercayaan kepada masyarakat dengan hasil pemantauan dari Pos Pemantau Gunung Api. Tiap hari harus ada laporan dari pos yang diteruskan tim kepada masyarakat," tandasnya.
Baca juga: Festival Guti Nale 2024, Tradisi Tangkap Cacing Laut di Lembata NTT, Ini Jadwalnya
Satuan Tugas (Satgas) Komando Siaga Darurat mengambil pilihan pengungsian mandiri dan pengungsian terbatas bagi masyarakat pasca kenaikan tingkat aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
"Kondisi masih bisa terkendali dalam pantauan sehingga kita tidak melakukan pengungsian secara masif untuk satu desa, tapi diberi ruang untuk pengungsian mandiri dan pengungsian terbatas," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata, Andris Koban usai Rapat Terbatas Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Selasa (27/2/2024) malam.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah merekomendasikan agar masyarakat Desa Jontona diungsikan pasca kenaikan status gunung itu pagi tadi.
Namun, berdasarkan hasil kajian lapangan terkini yang dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, jarak aliran lava ke arah Desa Jontona masih terpantau sejauh dua kilometer.
Baca juga: Dua Laporan Pelanggaran Pemilu di Lembata Diserahkan kepada Gakumdu
Dari hasil kajian itu, Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana Kabupaten Lembata pun mengambil keputusan untuk tidak melakukan pengungsian secara masif untuk satu desa.
Status Gunung Ile Lewotolok
Status Siaga Gunung Ile Lewotolok
BPBD Lembata
Kapolres Lembata Vivick Tjangkung
TribunFlores.com hari ini
| Dinas Kesehatan Lembata Juara Pertama Penyedia Data dalam Penyusunan Publikasi |
|
|---|
| Satlantas Polres Ende Limpahkan Pengendara Sepeda Motor Mabuk Alkohol |
|
|---|
| Tujuh Pengembom Ikan Beraksi di Taman Nasional Komodo Ditangkap Polairud Polda NTT |
|
|---|
| Kejari TTU Selesaikan Kasus Tindak Pidana Penganiayaan Melalui Hukum Adat |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 1 Maret 2024, Menjadi Batu Penjuru |
|
|---|