Erupsi Gunung Lewotobi

1.767 Rumah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotobi di Flores Timur NTT, Ratusan Atap Rusak

Kerusakan materil akibat erupsi berkepanjangan Gunung Lewotobi laki-laki dialami ribuan warga sejumlah desa di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang.

|
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
ATAP RUSAK- Atap rumah milik Markus Derosari di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, sudah rusak akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. 

"Ada yang sudah ganti, tapi ini kan sia-sia, abu masih turun. Ganti baru, tidak lama rusak lagi, tunggu sampai keadaan pulih dulu," katanya.

Warga Desa Klatanlo, Markus Derosari (32), memandu POS-KUPANG untuk melihat kondisi kerusakan di rumahnya. Sedikitnya 30 lembar seng sudah bocor, paling parah pada bagian dapur.

"Dapur sudah pindah ke samping rumah. Atap semua bocor, saat musim hujan kami pasti kewalahan," tutur Markus.

Deros mengaku bertahan dengan kondisi yang ada lantaran kebutuhan ekonomi dia bersama istri dan anak sulit dipenuhi selama bencana erupsi. Dia berharap ada bantuan bagi rumah warga yang rusak.

"Semoga setelah bencana, ada satu atau dua lembar seng bantuan untuk kami. Paling tidak mengurangi sedikit beban kami untuk beli atap yang baru," harapnya.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, dalam laporan harian mencatat erupsi mencapai empat bahkan tujuh kali. Terbaru, Senin, 19 Agustus 2024, letusan memuntahkan abu setinggi 600 meter di atas puncak gunung.

Erupsi 600 meter dari gunung yang memiliki tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini condong ke arah barat.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu condong ke arah barat," demikian laporan PGA Lewotobi pukul 12.15 Wita.

 

Berita TribunFlores.com Lainnya di Google News

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved