Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata 290 Kali Gempa Letusan dan 243 Kali Hembusan
Gunung Api Ili Lewotolok Lembata 290 Kali Gempa Letusan dan 243 Kali Hembusan. Saat ini status gunung level III atau Siaga.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-Lembata-290-Kali-Gempa-Letusan-dan-243-Kali-Hembusan.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Kamis 17 Juli 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 22-31°C," tulis Syawaludin, dikutip dari laman magma.esdm.go.id Jumat 18 Juli 2025 pagi.
Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata Meletus Tadi Malam, Durasi Letusan 56 Detik
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 290 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 12.1-38.1 mm, dan lama gempa 27-77 detik.
243 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.7-14.6 mm, dan lama gempa 25-60 detik.
4 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 1.3-6.4 mm, dan lama gempa 91-143 detik.
3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1.1-11.2 mm, dan lama gempa 9-13 detik.
2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5.7-23.8 mm, S-P 0.4-0.8 detik dan lama gempa 14-20 detik.
2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 10.9-18.3 mm, S-P 26 detik dan lama gempa 140-266 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.