Berita Ende
Pemkab Ende Cek Status Kepemilikan Rumah Yang Belum Digusur di Ndao
Meski demikian, ia menegaskan, apabila rumah-rumah tersebut termasuk area atau status berada di garis sempadan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Beberapa-rumah-yang-berada-sejajar-dengan.jpg)
Hal itu dikatakan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancarai melalui telepon selulernya, Jumat (17/4/2026) siang.
"Kita mau itu jadi lingkungan yang sibuk dan bersih dan juga tidak kumuh," katanya.
Ditanya soal beberapa rumah di sebelah timur lapak yang digusur hingga kini masih berdiri kokoh dan tidak digusur, politisi PDI-P itu mengatakan rumah-rumah itu merupakan rumah lama dan telah memilki sertifikat.
Meski demikian, kata dia, rumah-rumah tersebut juga akan digusur.
"Saat ini kita minta mereka untuk pindah dan pada dasarnya mereka setuju, hanya tinggal kita pemerintah bantu untuk mencari lahan baru buat mereka, karena apapun itu dilarang dan berbahaya pada saat musim barat karena terjadi abrasi," ujarnya.
Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ende sudah menawarkan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lapaknya digusur untuk berjualan di lapak-lapak yang masih kosong di Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando.
Ia juga mengklaim, setelah dilakukan pengecekan mendalam, para Pedagang Kaki Lima (PKL) ternyata merupakan warga pendatang dari luar Pulau Flores.
"Disitu (red: Ndao) itu memang orang asli Ndao tidak banyak, dan kalau mereka mau berdagang, kami sudah siapkan pasar Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando. Dan itu masih banyak kios yang memang masih kosong, dan kalau mereka masih mau berdagang di kawasan itu, mereka bisa gunakan gerobak dan itu tidak permanen," jelasnya.
Ia menegaskan, selain Pantai Ndao yang masuk garis sempadan pantai, ada beberapa lokasi yang selama ini digunakan untuk cafe dan bangunan lainnya juga akan ditertibkan.
"Awal ini kita tertibkan dulu sempadan pantai yang melintasi kota, jadi tahap awal ya ini dulu, jadi kita rapikan, bersihkan dulu, kita amankan dulu, sempadan pantai ini kan banyak sampah juga, sampah yang paling banyak di Kota Ende ini adalah di sempadan pantai, jadi kalau tidak dibersihkan maka akan bertumpuk terus," pungkas dia. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News