Opini
Ketika Cinta Pertama Pergi: Menyulam Harapan dari Luka Kehilangan
Ketika sosok tersebut meninggal, kehilangan yang dirasakan bukan hanya bersifat emosional, tetapi juga eksistensial
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Nurhajah-Wahyu-Tri-Utami-Mahasiswa.jpg)
Kehilangan cinta pertama karena kematian memang menyakitkan. Ia meninggalkan ruang kosong yang tak tergantikan. Namun dari luka itu, kita belajar bahwa harapan bukanlah ilusi. Ia adalah keputusan sadar untuk tetap hidup, dan mencintai meski dengan hati yang pernah patah.
Cinta pertama tidak pernah benar-benar hilang. Ia berubah bentuk, dari pelukan menjadi kenangan, dari suara menjadi nilai, dari kehadiran menjadi cahaya yang membimbing kita dalam gelap. Dari luka itu, kita belajar bahwa hidup bukan tentang menghindari kehilangan.
Hidup adalah tentang bagaimana kita menemukan makna di dalamnya. Tentang bagaimana kita menjadikan kehilangan sebagai ruang untuk tumbuh, bukan untuk tenggelam. Dan tentang bagaimana kita menyulam harapan dari benang-benang kenangan, luka, dan cinta yang tetap tinggal meski wujudnya telah berubah.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Opini
Cinta Pertama
TribunFlores.com
Nurhajah Wahyu Tri Utami
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
| Kaban Keuangan Flotim Mohon Nakes Tak Bangun Opini Liar di Medsos Soal TPP |
|
|---|
| Tingkatkan Literasi, Mahasiswa KKN Unika Ruteng Dampingi Siswa SMA St Maria Iteng Menulis Opini |
|
|---|
| Pemkab Sabu Raijua NTT Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI |
|
|---|
| Pemkab Manggarai Kembali Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut dari BPK RI |
|
|---|
| Pemda Manggarai Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP BPK Perwakilan Provinsi NTT |
|
|---|