Berita NTT

Manajemen Wings Air Hentikan Penerbangan Kupang-Ruteng, Ini Respon Kadishub NTT

Wings Air rute Kupang – Ruteng PP selama ini dioperasikan dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari atau tujuh kali dalam seminggu.

Editor: Gordy Donovan
DOK.HU POS KUPANG
Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Penerbangan Wings Air dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Udara Frans Sales Lega Ruteng Manggarai dan sebaliknya, resmi ditutup per, 29 Juli 2022.

Manajemen Wings Air telah menyampaikan informasi itu pada beberapa hari lalu dalam surat tertulisnya ditujukan kepada pengguna moda transportasi udara, khusus Wings Air.

Pemerintah provinsi atau Pemprov NTT, menanggapi kebijakan yang dikeluarkan. Manajemen Wings Air harus memberi kejelasan mengenai batas waktu evaluasi penghentian penerbangan.

Penjelasan itu disampaikan ke masyarakat guna memberi kepastian sebagaimana alasan yang disampaikan manajem Wings Air.

Baca juga: Kantor Desa Wolowea di Nagekeo Terbakar, Polisi: Penyebab dan Titik Api Masih dalam Lidik

 

“Kalau memang mereka punya alasan untuk pembenahan atau masalah operasional terkait rute tersebut saya pikir itu hal yang wajar saja tetapi mestinya mereka harus menyampaiakan itu evaluasinya sampai berapa lama misalnya 1 minggu, 2 minggu atau 1 bulan itu harus disampaikan supaya ada kejelasan tidak bisa mereka hanya bilang batas waktunya sampai nanti ditentukan. Ini kan tidak ada kepastian,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka.

Kondisi pandemi covid-19 yang sudah menurun, juga berpengaruh positif pada penerbangan. Aktivitas masyarakat pada sektor pendidikan hingga ekonomi bergantung pada penerbangan pesawat.

Sehingga, ketiadaan penerbangan pada daerah itu akan memberi dampak kurang baik.

Isyak menyebut, bandar udara di Ruteng hanya bisa didarati pesawat berjenis ATR. Jenis pesawat lain tidak memungkinkan untuk mendarat, apalagi dengan ukuran besar seperti Boeing. Masalah lain, Wings Air menjadi satu-satunya pesawat yang beroperasi di bandar udara itu dengan rute Ruteng-Kupang.

“Masalahnya disitu karena memang Wings satu-satunya Maskapai Ruteng-Kupang sementara Maskapai lainnya kan tidak. Jadi saya mendorong sebagai kadis sebagai Pemerintah Provinsi kita mendorong Bupati bersama jajaran, DPRD untuk menyampaikan kepada Wings jangan terlalu lama penutupan rute itu karena berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi perdagangan sosial budaya yang saat ini sudah kembali bergairah di Ruteng setelah ditutup karena pandemic,” jelasnya, Jumat 29 Juli 2022.

Baca juga: BREAKING NEWS: 1 Orang Perempuan Tewas Lakalantas di Ende, Ini Kronologinya

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved