Berita Sikka

25 Rumah di Kampung Woto Palue Belum Nikmati Listrik, Warga Bilang Uang Meteran Sudah Setor

Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Woto Desa Kesokoja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Pulau Palue, NTT belum menikmati listrik PLTS PLN.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / GG
CERITA - Warga Kampung Woto, Desa Kesokoja diskusi bersama. Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Woto Desa Kesokoja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Pulau Palue, NTT belum menikmati listrik PLTS milik PLN. 

TRIBUNFLORES. COM, MAUMERE - Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Woto Desa Kesokoja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Pulau Palue, NTT belum menikmati listrik PLTS milik PLN.

Sementara rumah tangga lainnya di Kampung itu sudah menikmati listrik.

Hal ini disampaikan oleh ketua RT 03 RW 01 Dusun Woto, Bius Laba (42).

Bius menjelaskan di Kampung Woto Dusun Woto ada 63 rumah tangga. Yang belum menikmati listrik ada 25 Rumah Tangga dan satu fasilitas umum berupa Polindes.

Baca juga: Listrik PLTS Milik PLN di Palue Belum Nyala 24 Jam, Warga Bilang Belum Maskimal

 

Alasan mereka belum menikmati listrik yaitu meteran belum dipasang sedangkan instalasinya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Sementara untuk uang meteran 25 rumah tangga sudah menyetornya kepada kepala Dusun setempat.

"Uang muka sudah bayar 600 ribu kepada orang yang instalasi melalui kepala Dusun. Kami panjar uang, yang pasang itu pak Kondra dan pak Jarot .
Kami ada 25 Rumah Tangga dan Satu Polindes itu saja. Uang sudah panjar semua, ada yang 600 ada yang lebih. Mereka bilang kalau mau meteran keluar maka, harus bayar uang muka, " ujar Bius saat dijumpai TRIBUNFLORES. COM di Kampung Woto Minggu 22 Januari 2023.

Kata Bius, harga satu meteran ukuran 450 Watt yaitu per rumah tangga yaitu Rp 2.200.000.

"Untuk meteran 450 Watt harganya 2.200.000 rupiah. Kami bayar dari bulan Maret 2022, hingga saat ini belum ada realisasi. Ada yang dipasang bulan Juli dan bulan Agustus tahun 2022 lalu, ada puluhan rumah waktu itu, sedangkan kami yang 25 rumah tangga belum. Termasuk saya, " ujarnya.

Warga Kampung Woto lainnya, Damianus Sika (41) mengaku sejak PLN masuk di wilayahnya ia terpaksa mengambil arus dari rumah tetangga. Jika tidak maka rumah gelap dan kembali seperti jaman dahulu kala.

"Untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga terpaksa harus tarik dari tetangga. Mereka yang pasang waktu itu bilang mungkin sebelum Natal dan tahun baru tanya lagi, tapi masuk bulan satu dan sudah mau masuk bulan dua tidak ada realisasi, " ujar dia.

Baca juga: SMAK St. Benediktus Hadir di Palue, Rd Leksi Luna: Kami Bantu Orangtua

"Kami uang sudah cicil, sudah instalasi dan tunggu meteran. Kami cok lampu dari tetangga. Setor uang kepada kepala Dusun. Ada yang setor uang langsung ke mereka yang pasang, " ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Camat Palue, Maria Bernadeta Roja menyampaikan terima kasih atas informasi terkait hal itu.

Ia pada saat itu langsung menghubungi pihak PLN.

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved