Polemik SeleksiTaruna Akpol di NTT
Polda NTT Bantah Seleksi Catar Akpol Sarat KKN, Ariasandy: Kapolda Saja Tidak Bisa Intervensi
Polemik hasil seleksi calon taruna Akpol asal Polda NTT yang kebanyakan non NTT direspon Polda NTT lewat Kabid Humas Polda NTT Kombes Ariasandy.
Baca juga: BKH Minta Mabes Polri Jelaskan Terbuka soal 11 Taruna Akpol dari NTT, Singgung Anulir
Bahkan kata dia celah untuk melakukan KKN sangat tidak mungkin sebab proses seleksi diawasi ketat oleh internal dari Polda dan Mabes Polri juga pengawas eksternal dari unsur ada akademisi, media juga lain-lain.
"Hasil tes juga transparan dimana langsung diumumkan usai tes dan disaksikan orang banyak juga disetujui oleh orang tua para casis," ungkapnya.
Bahkan kata dia Kapolda saja sudah berulang kali menegaskan dirinya juga tidak bisa mengintervensi seleksi ini karena semua itu hasil keputusan panitia tes.
Bahkan mereka yang lolos kali inipun tidak serta merta bisa lolos di panitia Mabes sebab masihnada satu seleksi lagi yang dilakukan disana.
Baca juga: Kelangkaan BBM di Labuan Bajo Picu Masalah Baru, Pemerintah Diminta Buka-bukaan
Selain itu juga ada afirmasi khusus yang diberikan kepada putra putri NTT yakni pada tes psikologi yang terkenal susah diberikan kesempatan meskipun nilai dibawah ambang batas.
"Ada kebijakan Kapolri khsuas untuk anak Indonesia Timur termasuk NTT nilai tes psikologi meskioun dibawah ambang batas yakni 61 masih bisa mengikuti tes yang lain," ungkapnya.
Menurut Ariasandy, mereka yang dinyatakan lulus pun sudah berulangkali mengikuti seleksi Akpol. Sehingga, mereka itu sudah punya pengalaman yang mumpuni seperti Arvid Theodore Situmeang yang merupakan catar dengan nilai tertinggi, itu sudah ikut seleksi dua kali baru lulus.(ary)
Berita TRIBUNLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.