Unika Santu Paulus Ruteng
Keserakahan Berbahasa Pejabat Publik
Tuturan pejabat publik dengan diksi jauh dari elok kepada rakyat dinilai tidak hanya sebagai sesuatu yang berlebihan
Tayang:
Editor:
Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Antonius-Nesi-Dosen-Unika-Ruteng.jpg)
TRIBUNFLORES.COM / HO-HUMAS UNIKA RUTENG
Penggunaan kata-kata kurang elok, meremehkan, atau bercanda di atas penderitaan rakyat ibarat menaburkan garam pada luka.
Rakyat akhirnya bereaksi dengan cara komunikasi tandingan mereka sendiri: demonstrasi, teriakan di jalanan, hingga aksi-aksi anarkis. Kita berharap, badai ini berlalu. Ke depan, janganlah lagi memicu amarah rakyat dengan “serakah berbahasa”, tetapi sampaikanlah pesan kepada publik dengan penuh amanah.*
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Baca Juga
| Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Sosialisasi di SDI Rapas |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng Juara I Lomba Esai Populer TPPKK Provinsi NTT |
|
|---|
| Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Hadiri Peletakan Batu Pertama Rumah Gendang Ru'a |
|
|---|
| Unika Santu Paulus Ruteng Jadi Tuan Rumah Forum Dialog Geotermal NTT |
|
|---|
| Tim Unika Santu Paulus Ruteng Ajak Mahasiswa Baru Perhatikan Integritas dan Literasi Keuangan |
|
|---|