TOPIK
Sidang Kasus Prada Lucky Namo
-
Sidang lanjutan kasus kematian Prada Lucky kembali digelar di Pengadilan Militer III-16 Kupang, Selasa (28/10/2025).
-
Prada Richard mengatakan ia dipaksa melakukan adegan tidak senonoh dengan almarhum Prada Lucky sambil disiksa.
-
“Kami disuruh menelpon orang tua pakai kulit semangka. Disuruh bilang ke orang tua kalau kami di sini baik-baik saja,” ungkap dia.
-
Saya bilang, nyawa anak saya tidak semurah itu. Saya perjuangkan dia masuk tentara. Tidak bisa ditukar dengan uang.
-
Dalam persidangan, ia menunjukkan foto-foto kondisi tubuh Prada Lucky yang penuh luka saat meninggal dunia.
-
Saksi kunci perkara kematian Prada Lucky Namo, Prada Richard J. Bulan mengaku dirinya masih trauma.
-
Oditur Militer menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak terbukti secara hukum.
-
Ia mengatakan bahwa dalam tindakannya tidak ada niat sedikit pun untuk mencederai saksi Prada Richard Bulan.
-
idang kedua perkara kematian Prada Lucky Namo kembali digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Selasa (28/10/2025).
-
Saat berada di RSUD Aeramo sejak tanggal 5 Agustus 2025. Dokter menjelaskan kalau kondisi Lucky sangat parah
-
“Ini air garam bercampur lemon biar badan kalian cepat kering,” ujar Andre, sebagaimana dikutip dari berkas dakwaan, Selasa, (28/10).
-
Dengan suara bergetar dan air mata yang tak henti mengalir, ia menceritakan kembali kondisi sang anak sebelum meninggal dunia di RSUD Aeramo
-
Namun tak lama kemudian, ia mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa Prada Lucky Namo dalam kondisi kritis.
-
“Saya dan almarhum dipukul, dicambuk, dan diinterogasi dini hari,”ujar Prada Richard. Siksa mereka sampai dini hari ini.
-
Tangis dan ekspresi kesedihan tampak jelas di wajah keluarga almarhum yang mengikuti jalannya persidangan penuh emosi.
-
Sidang pertama ini digelar secara offline di ruang sidang utama Pengadilan Militer III-15 Kupang.
-
Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan terhadap para terdakwa oleh Oditur Militer.