TOPIK
Kasus Rabies di Sikka
-
Sebanyak 10 dari 12 sampel otak anjing asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperiksa Balai Besar Veteriner
-
Bocah berusia 6 tahun di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial AN, yang digigit anjing ternyata belum mendapat suntikan vaksin VAR.
-
ADN (6) Warga desa Hikong, Kecamatan Talibura masih menjalani perawatan di RSUD TC. Hillers Maumere setelah digigit anjing
-
Menurut Ronal Makin, otak anjing harus dikirim ke Bali, karena di NTT belum memiliki laboratorium untuk pemeriksaan otak anjing.
-
Di Kabupaten Sikka sendiri seorang bocah 4 Tahun meninggal dunia akibat digigit anjing yang terjangkit virus Rabies
-
Masyarakat di Kabupaten Sikka diimbau tidak melepasliarkan anjing peliharaannya guna mencegah wabah rabies
-
Dengan tidak berkeliaran, maka, anjing tidak tertular rabies dari anjing lain dan jika anjing tertular rabies, anjing tersebut tidak
-
Penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) harus dilakukan dengan tatalaksana yang tepat dan cepat
-
Pemerintah Desa Lewomada Kecamatan Talibura menilai kasus anjing rabies yang sedang menimpa kabupaten Sikka, tak akan berpengaruh
-
Kasus gigitan anjing dengan korban anak-anak kembali terjadi di Kabupaten Sikka, Flores, NTT dan telah ditangani
-
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melakukan vaksinasi pada 1.847 ekor hewan penular rabies (HPR)
-
Sementara itu, Mikael Roi, Petugas Kesehatan Hewan Kabupaten Sikka saat dihubungi TribunFlores.com, mengatakan
-
Saat ini cakupan vaksinasi rabies pada anjing di Sikka masih rendah. Dan beberapa anjing di Sikka sudah terbukti tertular virus rabies.
-
Wabah rabies di Kabupaten Sikka mulai meresahkan warga. Korban gigitan anjing rabies pun mulai membuat warga terus waspada
-
Seorang Balita di Sikka digigit anjing. Kasus Rabies di Sikka semakin meningkat dan kasus rabies di Sikka sedang ditangani Pemda Sikka.
-
Seorang Balita di Sikka digigit anjing. Kasus Rabies di Sikka semakin meningkat dan kasus rabies di Sikka sedang ditangani Pemda Sikka.
-
Seekor anjing milik warga di Misir Kelurahan Madawat Kecamatan Alok Kabupaten Sikka mati mendadak usai menggigit bocah 4 tahun
-
Kasus Rabies di Sikka meningkat. Petugas kesehatan hewan di Sikka gencar melakukan vaksinasi terhadap HPR. Warga sembunyikan anjing di kebun Sikka.
-
"Ada beberapa kecamatan yang masuk daerah endemi rabies, yakni Alok, Alok Barat, Alok Timur, Kangae, Nita, Lela, dan Magepanda
-
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 2.520 dosis
-
Bagi pemilik Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera, untuk memelihara hewanya secara benar dan bertanggung
-
Kasus Rabies di Sikka meningkat dan sudah memakan korban. Korban tewas akibat rabies merupakan bocah 4 tahun. Kini Pemda Sikka berupaya eliminasi HPR.
-
"Korban sudah dipulangkan ke rumah, nanti tanggal 16 baru vaksin ke 2, tadi saya sudah sampaikan kalau keadaan
-
Himbauan Camat Nikolaus ini merupakan tindaklanjut dari hasil rapat koordinasi pengendalian rabies bersama Bupati Sikka
-
Kasus Rabies di Sikka meningkat. Pemda Sikka akan menangani kasus rabies pakai dana BTT dan akan eliminasi anjing pada wilayah yang sudah ada kasus.
-
Kasus Rabies di Sikka meningkat. Sejak pandemi Covid-19, cakupan imunisasi rabies untuk anjing atau Hewan Penular Rabies di Flores Lembata rendah.
-
Seorang bocah 4 tahun di Maumere meninggal dunia akibat digigit anjing rabies. Kasus rabies di Sikka meningkat dan perlu waspada.
-
Penyebaran virus rabies pada anjing di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur saat ini sudah sangat mengkuatirkan.